satu, dua, tiga
kalian memberikan gayaterhempas aku jauh ke dalam buaian
di atas kata sahabat
senyum menyembul, tawa membahana
tangis terbelah, cinta terajut,
surya perkasa, bertahta sebagai tanda
dewi malam tak pernah ada cantiknya
lelap lena oleh masa
tiga ratus enam puluh lima siang petang
berkali sampai tiga
satu, dua, tiga
tak lagi senyum,
mana ada tawa,
tangis kini bukan hanya belah,
tapi terlanjur pecah.
jangan lagi ucap cinta
bilang saja haus akan rindu yang menjelma.
24
terangkai bukan hanya 24 kisah,dalam 24 jam nafas yang terhela di ujung hembusan-hembusan udara
24 nafas,
24 detak,
24 jiwa,
24 beda,
24 bulan dalam masa-masa bersama.
terkunci pada 1 lokasi
24 lebih tawa membahana,
24 tangis mungkin juga ada,
24 beda dengan 24 debat.
24 cinta dalam 1 sahabat.
terukir dalam 24 bilik-bilik hati,
pada 24 waktu ke depan,
bila lekat nyawa masih pada raga
24 ini akan terus menembus ruang-ruang jiwa