2

satu, dua, tiga
kalian memberikan gaya
terhempas aku jauh ke dalam buaian
di atas kata sahabat

senyum menyembul, tawa membahana
tangis terbelah, cinta terajut,
surya perkasa, bertahta sebagai tanda
dewi malam tak pernah ada cantiknya

lelap lena oleh masa
tiga ratus enam puluh lima siang petang
berkali sampai tiga

satu, dua, tiga

tak lagi senyum,
mana ada tawa,
tangis kini bukan hanya belah,
tapi terlanjur pecah.

jangan lagi ucap cinta
bilang saja haus akan rindu yang menjelma.




24
terangkai bukan hanya 24 kisah,
 dalam 24 jam nafas yang terhela di ujung hembusan-hembusan udara

24 nafas,
24 detak,
24 jiwa,
24 beda,

24 bulan dalam masa-masa bersama.
terkunci pada 1 lokasi

24 lebih tawa membahana,
24 tangis mungkin juga ada,
24 beda dengan 24 debat.
24 cinta dalam 1 sahabat.

terukir dalam 24 bilik-bilik hati,
pada 24 waktu ke depan,
bila lekat nyawa masih pada raga


24 ini akan terus menembus ruang-ruang jiwa